Banjir akibat air pasang yang terus berulang di Kalimantan Barat seharusnya tidak lagi dianggap semata-mata sebagai bencana alam. Menurut saya, masalah ini justru mencerminkan kegagalan kita dalam mengelola lingkungan, khususnya sungai. Air pasang memang tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya menjadi jauh lebih parah karena sungai-sungai diperlakukan sebagai tempat pembuangan sampah. “Saya menilai banjir yang terjadi bukan hanya akibat pasang laut, tetapi juga karena sungai yang sudah kehilangan fungsinya akibat tumpukan sampah,”melihat
Secara tidak langsung, kebiasaan membuang sampah ke sungai telah mempersempit aliran air dan memperlambat proses surut ketika pasang terjadi. Ironisnya, persoalan ini terus berulang seolah menjadi hal yang lumrah, sementara upaya pembersihan sungai hanya dilakukan sesekali tanpa menyentuh akar masalah. Kurangnya pengawasan, lemahnya penegakan aturan, serta minimnya edukasi lingkungan menunjukkan bahwa persoalan sampah sungai belum ditangani secara serius.
Menurut saya, jika kondisi ini terus dibiarkan, banjir
akibat air pasang akan menjadi masalah tahunan yang semakin merugikan
masyarakat. Oleh karena itu, penanganan banjir di Kalimantan Barat tidak cukup
hanya dengan normalisasi sungai atau pembangunan infrastruktur, tetapi harus
disertai tindakan tegas terhadap pembuang sampah sembarangan dan komitmen nyata
untuk memulihkan fungsi sungai. Tanpa perubahan sikap dan kebijakan yang jelas,
sungai akan terus menjadi sumber masalah, bukan sumber kehidupan.
Editor: Media PMII Pontianak Raya




1 Komentar
Keren sahabat.
BalasHapus