Kader PMII Komisariat IAIN Pontianak Soroti Tragedi Bunuh Diri Anak SD di NTT: Evaluasi Kondisi Ekonomi dan Sistem Pendidikan


Pontianak –04 Febuari 2026. Saya, Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAIN Pontianak, menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana seorang anak Sekolah Dasar (SD) berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri.

Saya menilai peristiwa ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya pemerintah, karena berkaitan langsung dengan persoalan perekonomian masyarakat serta biaya pendidikan yang masih menjadi beban berat bagi keluarga prasejahtera.

“Peristiwa ini adalah pukulan keras bagi kita semua. Negara harus hadir dan memastikan bahwa tidak ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena persoalan ekonomi dan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pendidikan,” tegas saya.

Berdasarkan informasi yang beredar, sebelum kejadian tersebut korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli perlengkapan sekolah berupa buku tulis dan pena. Namun sang ibu menyampaikan bahwa keluarga mereka tidak memiliki uang sama sekali. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan pendidikan yang paling dasar pun masih sulit dijangkau oleh sebagian keluarga, terutama di daerah yang rentan secara ekonomi.

Saya menegaskan bahwa tragedi ini tidak dapat dilepaskan dari realitas kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengentasan kemiskinan, bantuan sosial, serta program bantuan pendidikan agar benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Menurut saya, pendidikan dasar yang seharusnya menjadi hak setiap anak, pada kenyataannya masih menyisakan persoalan biaya tidak langsung, seperti alat tulis, buku, seragam, transportasi, dan kebutuhan pendukung lainnya. Hal ini perlu menjadi perhatian karena dapat menimbulkan kesenjangan akses pendidikan antara daerah dan kelompok ekonomi masyarakat.

Saya juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperkuat pendataan keluarga miskin, mempercepat distribusi bantuan pendidikan, serta memastikan sekolah-sekolah memiliki mekanisme dukungan bagi siswa dari keluarga tidak mampu, khususnya dalam pemenuhan perlengkapan belajar.

“Kasus ini harus menjadi evaluasi bersama bahwa pendidikan tidak boleh menjadi beban yang memberatkan rakyat kecil. Negara wajib menjamin kebutuhan dasar pendidikan, termasuk perlengkapan sekolah, agar anak-anak tidak menjadi korban akibat ketidakmampuan ekonomi,” tambah saya.

Sebagai organisasi kaderisasi dan gerakan mahasiswa, PMII menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu kemanusiaan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, serta mendorong kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Penulis   : Zainal (Kader Rayon Az-Zarnuji)

Editor    : Media PMII Pontianak Raya

Posting Komentar

0 Komentar