Dialog Lingkungan PMII Soroti Lemahnya Pengawasan, Mahasiswa Desak Pemerintah Lindungi Hutan Kalimantan
Pontianak – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pontianak Raya bersama PMII Kota Samarinda menggelar kegiatan Dialog Lingkungan Kalimantan dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Menjaga Hutan dan Masa Depan Borneo”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 secara daring melalui platform Google Meet dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai daerah di Kalimantan.
Dialog ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan di Pulau Kalimantan, khususnya terkait keberlangsungan hutan tropis Borneo yang menjadi salah satu paru-paru dunia. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memperkuat kesadaran kolektif serta mendorong peran aktif generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua Cabang PMII Pontianak Raya dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Kalimantan. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjaga masa depan Borneo agar tetap lestari.
Ia juga menyinggung peran pemerintah dalam menjaga keberlangsungan hutan di Kalimantan. Menurutnya, kebijakan pemerintah harus lebih berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan tidak hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi jangka pendek.
“Mahasiswa harus berani bersuara dan mengingatkan pemerintah agar lebih serius dalam menjaga kelestarian hutan Kalimantan. Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan dan masa depan generasi yang akan datang,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menekankan bahwa hutan Kalimantan bukan hanya milik satu daerah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa dalam menjaga kelestarian alam Borneo.
Kondisi alam di Kalimantan Timur saat ini semakin memprihatinkan. Banyak lubang-lubang bekas tambang yang tidak direklamasi sebagaimana mestinya, serta maraknya praktik penebangan pohon secara ilegal yang terus terjadi. Situasi ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.
Menanggapi hal tersebut,Ketua Umum PC PMII Kota Samarinda, Taufikuddin mendesak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Gakkum Kalimantan, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur untuk bertindak tegas terhadap oknum perusahaan yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku.
Selain itu, Taufikuddin juga meminta Gubernur Kalimantan Timur untuk mengambil sikap tegas. Apabila terdapat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lalai dalam menjalankan tugas dan fungsinya terkait pengawasan dan perlindungan lingkungan, maka perlu dilakukan evaluasi serius hingga penggantian pimpinan OPD tersebut.
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai isu strategis seperti dampak deforestasi terhadap kehidupan masyarakat lokal, pentingnya edukasi lingkungan bagi generasi muda, serta peluang gerakan mahasiswa dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada kelestarian hutan.
Selain
itu, dialog ini juga mendorong lahirnya komitmen bersama untuk terus membangun
ruang diskusi dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian hutan Kalimantan.
Mahasiswa diharapkan dapat menjadi pelopor gerakan lingkungan yang
berkelanjutan demi memastikan masa depan Borneo tetap hijau dan lestari.
Kegiatan
dialog lingkungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat jaringan
mahasiswa Kalimantan dalam mengawal isu lingkungan, sekaligus menegaskan bahwa
masa depan Borneo sangat bergantung pada kesadaran dan tindakan generasi muda
hari ini.
Penulis: Kader PMII Pontianak Raya
Editor: Editor PMII Pontianak Raya




0 Komentar