Pontianak, 25 April 2026 PMII Rayon Az-Zarnuji menggelar kegiatan diskusi publik bertajuk “Pemangkasan Anggaran Pendidikan Demi MBG: Demi Sepiring Nasi, Masa Depan Ditaruhkan?” pada Sabtu (25/4/2026) di Taman Audit Untan.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut menjadi ruang dialog bagi sahabat dan sahabati PMII untuk membahas dampak program MBG terhadap sektor pendidikan serta kondisi nyata di tengah masyarakat.
Dalam forum diskusi, berbagai kritik dan pandangan disampaikan peserta terhadap kebijakan tersebut. Salah satu peserta menilai pemerintah memangkas anggaran perjalanan dinas dan rapat di hotel yang nilainya hanya beberapa triliun, namun pada saat bersamaan mengeluarkan ratusan triliun rupiah untuk program yang tata kelolanya masih menyisakan banyak tanda tanya. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan pergeseran prioritas anggaran negara dari sektor jangka panjang seperti infrastruktur dan riset pendidikan menuju konsumsi jangka pendek.
Peserta juga menyoroti besarnya angka anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut. Menurut pandangan yang disampaikan dalam forum, APBN seharusnya disusun berdasarkan kebutuhan mendesak rakyat, bukan kepentingan politik yang dibungkus dengan alasan pemenuhan gizi masyarakat.
Namun, di sisi lain, peserta juga menyoroti dampak negatif apabila program tersebut dilakukan melalui pemangkasan anggaran pendidikan. Menurut mereka, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masa depan bangsa sehingga tidak seharusnya dikorbankan.
Selain itu, salah satu peserta diskusi, Sahabat Qosim selaku kader PMII Rayon Az-Zarnuji, menyampaikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Menurutnya, masih banyak dapur penyedia yang belum berjalan efektif dalam menerapkan program tersebut, baik dari sisi kesiapan, distribusi, maupun teknis pelaksanaan di lapangan.
Meski demikian, sebagian peserta juga menilai program MBG memiliki sisi positif, seperti membantu pemenuhan gizi masyarakat serta menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar rakyat. Karena itu, peserta menekankan perlunya kebijakan yang seimbang agar kebutuhan sosial masyarakat dapat terpenuhi tanpa mengurangi kualitas pendidikan.
Melalui kegiatan ini, PMII Rayon Az-Zarnuji berharap lahir kesadaran kritis di kalangan mahasiswa dan masyarakat untuk terus mengawal kebijakan publik agar berpihak pada kepentingan rakyat serta masa depan pendidikan Indonesia.
Penulis : Kader Rayon Az-Zarnuji
Editor : Media PMII Pontianak Raya




0 Komentar