PMII Pontianak Raya Gelar Dialog Kebangsaan, Perkuat Persatuan dan Toleransi di Tengah Keberagaman Kota Pontianak

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pontianak Raya bekerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menggelar kegiatan Dialog Kebangsaan bertema "Menjaga Persatuan dan Toleransi di Tengah Keberagaman Kota Pontianak” di Caffe Marks Kopitiam, Jalan Sepakat 2, Pontianak, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang yakni dari akademisi Dr. Basuki Wibowo, M.Pd, Unit Pencegahan Satgaswil Kalbar Densus 88 AT Polri Muhammad Mursyid, S.H**, serta Anggota DPRD Kota Pontianak Andhika Permana. 

Dalam sambutannya, Ketua Cabang PMII Pontianak Raya, Faisal, menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Pontianak merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama melalui penguatan nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan semangat kebangsaan.

“Pontianak adalah miniatur Indonesia yang dihuni oleh berbagai suku, agama, dan budaya. Keberagaman ini harus menjadi perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan. Karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai toleransi dan memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.

Dialog tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari pencegahan radikalisme dan penyebaran hoaks, penguatan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda, hingga peran organisasi kemahasiswaan dalam menjaga harmoni sosial. Topik ini dinilai relevan mengingat tantangan era digital yang semakin kompleks dan berpotensi memecah persatuan jika tidak disikapi dengan bijak.

Perwakilan Densus 88 Anti Teror, Muhammad Mursyid, menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital dan kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikal yang kerap menyasar kalangan muda melalui media sosial.

"Ia mengajak peserta untuk menjadi agen perdamaian yang aktif menyebarkan narasi positif dan memperkuat semangat kebangsaan" tegasnya

Sementara itu, akademisi Dr. Basuki Wibowo menjelaskan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang toleran dan mampu menghargai perbedaan.

"PMII memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai kebangsaan. Melalui proses kaderisasi, diskusi, dan pengabdian kepada masyarakat, PMII dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, merawat keberagaman, serta memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Dr. Basuki Wibowo, M.Pd.

Anggota DPRD Kota Pontianak, Andhika Permana, mengapresiasi inisiatif PMII Pontianak Raya yang terus menghadirkan ruang dialog bagi generasi muda. 

"Generasi muda harus mampu menelaah dan memahami secara mendalam nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi bangsa Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita tentang persatuan di atas segala perbedaan, sementara Bhinneka Tunggal Ika mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa adalah kekuatan yang harus dirawat bersama. Begitu pula dengan lima sila dalam Pancasila, yang menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang adil, toleran, dan harmonis. Jika nilai-nilai ini dipahami dan diamalkan oleh generasi muda, maka persatuan dan keutuhan bangsa akan tetap terjaga di tengah berbagai tantangan zaman," ujar Andhika Permana. ."

Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Kota Pontianak yang selama ini dikenal sebagai kota multietnis dengan tingkat toleransi yang baik, di mana nilai-nilai kebhinekaan dan hidup berdampingan terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. 

Melalui Dialog Kebangsaan ini, PMII Pontianak Raya berharap lahir komitmen bersama dari generasi muda untuk terus menjaga persatuan, menolak segala bentuk radikalisme dan intoleransi, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Penulis    : Kader PMII Pontianak Raya

Editor    : Media PMII Pontianak Raya

Posting Komentar

0 Komentar