MAPABA PMII IAIN Pontianak Tekankan Pentingnya Kader Berani Berproses di Era Digital

 

PONTIANAK — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAIN Pontianak terus memperkuat proses kaderisasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Hal itu diwujudkan melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) yang digelar Rayon Jalaludin Rumi, Rayon Abu Hanifah, dan Rayon Syariah di Yayasan Darussalam, Tanjung Raya 2, Pontianak.

Mengangkat tema “Membumikan Nilai PMII, Memandu Arah Perubahan di Era Digital,” kegiatan tersebut menjadi ruang awal bagi anggota baru untuk mengenal lebih jauh nilai, tradisi, serta proses kaderisasi di lingkungan PMII.

Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak, Sahabat Zainal, mengatakan MAPABA bukan sekadar kegiatan penerimaan anggota baru. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan pintu masuk menuju proses panjang pembentukan karakter dan kapasitas kader.

“Selamat atas terselenggaranya Masa Penerimaan Anggota Baru oleh Rayon Jalaludin Rumi, Rayon Abu Hanifah, dan Rayon Syariah. Semoga kegiatan ini menjadi pintu awal bagi sahabat-sahabat anggota baru untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai PMII dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sahabat Zainal.

Ia menegaskan, anggota baru tidak seharusnya berhenti pada tahapan seremonial setelah mengikuti MAPABA. Justru, setelah kegiatan tersebut, kader diharapkan mulai aktif membaca situasi, memperluas wawasan, dan mengambil bagian dalam berbagai proses organisasi.

“Jangan berhenti di MAPABA. Ini baru awal dari sebuah proses panjang. Teruslah belajar, berproses, dan berani mengambil peran. Karena kader PMII harus mampu membaca perubahan sekaligus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” kata Sahabat Zainal.

Sahabat Zainal Dorong Kader Berani Mengambil Peran

Dalam kesempatan tersebut, Sahabat Zainal juga menyampaikan pesan singkat kepada para anggota baru mengenai keberanian dalam menjalani proses organisasi.

“Kalau berani jangan takut-takut, kalau takut jangan berani-berani.”

Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa keberanian mengambil peran harus disertai kesiapan untuk belajar dan bertanggung jawab.

Bagi kader mahasiswa, proses organisasi menjadi salah satu ruang untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, intelektualitas, solidaritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Di sisi lain, perkembangan teknologi membuat pola komunikasi dan penyebaran informasi mengalami perubahan yang cepat. Kondisi tersebut membuat kader dituntut mampu memanfaatkan ruang digital secara produktif tanpa meninggalkan nilai-nilai organisasi.

Ruang digital dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan, menyampaikan gagasan, membangun jejaring, serta menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dihadiri Pengurus, Senior, dan Alumni

MAPABA tersebut turut dihadiri Ketua PMII Cabang Pontianak Raya, Sahabat Faisal, S.H., yang memberikan dukungan terhadap proses kaderisasi di tingkat komisariat dan rayon.

Hadir pula Penasehat PMII Cabang Pontianak Raya, Sahabat Nasir Wahab, S.Kom.I., serta Bendahara IKA PMII Kalimantan Barat sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Sahabati Dr. Ita Nurcholifah, S.E.I., M.M.

Turut hadir Demisioner Ketua KOPRI Komisariat IAIN Pontianak periode 2018–2019 sekaligus Sekretaris Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) FTIK IAIN Pontianak, Sahabati Maria Ulfa, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan juga dihadiri Senior PMII IAIN Pontianak, Sahabat Ahmad Fauzi, M.Pd., berserta jajaran pengurus Komisariat, KOPRI Komisariat, dan rayon-rayon se-IAIN Pontianak.

Kehadiran senior dan alumni menjadi bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan kaderisasi. Pertemuan lintas generasi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi anggota baru untuk mendapatkan pengalaman dan perspektif dari kader yang telah lebih dahulu menjalani proses organisasi.

Melalui MAPABA, PMII Komisariat IAIN Pontianak mendorong lahirnya kader yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga mampu mengembangkan kapasitas diri dan merespons perubahan zaman.

Semangat membumikan nilai PMII pun diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, baik dalam kehidupan kampus, organisasi, ruang digital, maupun lingkungan masyarakat.

MAPABA bukan garis akhir. Ia menjadi langkah pertama bagi kader untuk belajar, bergerak, dan berani mengambil peran di tengah perubahan.

Penulis    : Sahabat Zainal (Ketua Komisariat)

Editor     : Media PMII Pontianak Raya


Posting Komentar

0 Komentar